Persiapan MTQ Adem Ayem, Bupati ‘Semprot’ Penyelenggara

Bupati Lebong, H. Rosjonsyah, S.IP, M.Si (tengah) saat mengahdiri rakor di Aula BAPPEDA

 

Lebong, kupasbengkulu.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Provinsi Bengkulu yang akan digelar di Kabupaten Lebong hanya menyisakan 2 bulan saja. Melihat persiapan yang belum maksimal, Bupati Lebong H. Rosjonsyah, S.IP, M.Si geram dengan pihak penyelenggara. Pasalnya, perhelatan yang akan diikuti oleh seluruh daerah yang ada di Provinsi Bengkulu ini akan mempertaruhkan nama tuan rumah sebagai pihak penyelenggara.

 

Puncaknya, saat Bupati menghadiri Rapat Koordinasi Sinkronisasi Percepatan Pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi tahun 2017, di Aula BAPPEDA Lebong, Bupati melontarkan kata-kata pedas kepada pihak penyelenggara. Bahkan, dirinya tidak segan untuk mengganti Kabag Kesejahteraan Sosial (Kessos) Setdakab Lebong, Fabil Rozak, S.Ag, M.Pdi jika tidak mampu mengerjakan tugasnya.

 

“Kenapa persiapan MTQ kita adem ayem saja? Belum terlihat adanya persiapan apa-apa. Kita ini tuan rumah membawa nama baik Daerah, kalau tidak siap nanti bikin malu. Mana Kabag Kessos? Kalau dia tidak sanggup ganti saja!,” Tegas Rosjonsyah.

 

Sejak jauh-jauh hari, Bupati selalu menyampaikan kepada penyelenggara untuk bekerja maksimal dalam melakukan persiapan mulai dari publikasi, akomodasi peserta. Hanya saja belakangan, apa yang telah ia sampaikan berbeda dengan fakta yang tampak di lapangan, seperti publikasi hanya ada beberapa Baliho dan stiker Oneway MTQ hanya terlihat wara wiri di dalam daerah saja.

 

“Saya sudah berkali-kali mengingatkan agar terus melakukan koordinasi dan terus mempromosikan ke Daerah tetangga. Tapi sampai sekarang belum ada kelihatan persiapan itu. Saya malu ketika menghadiri acara di Provinsi selalu ditanyai soal MTQ, berarti informasi belum sampai ke Daerah luar,” imbuh Bupati.

 

Terpisah, Kabag Kessos Setdakab Lebong, Fabil Rozak, S.Ag, M.Pdi memaklumi sikap Bupati. Sebagai penyelenggara, dirinya bersama tim sudah bekerja profesional sesuai dengan apa yang diinstruksikan atasan. Dirinya tetap optimis, dengan persiapan yang hanya tinggal 2 bulan masi ada waktu bagi dirinya untuk melengkapi segala kekurangan.

 

“Wajar jika atasan sampai berkata demikian. Akan tetapi, di lapangan berbeda. Kita sudah maksimal bekerja siang malam untuk persiapan ini. Untuk penginapan peserta contohnya, sudah selesai seluruhnya. Kekurangan hotel sudah kita siapkan homestay. Mungkin ada kekurangan lain yang Bupati lihat, tapi itu akan jadi bahan kami untuk melengkapinya,” demikian Fabil.(spi)

Tidak ada kometar

Leave a Reply