Antara Kunjungan dan Kenyataan

0

 

Resonansi: Benny Hakim Benardie
Resonansi: Benny Hakim Benardie

 Ada pertanyaan segelintir masyarakat kota, saat melihat beberapa kelurahan di kota terendam banjir. Saat melihat kondisi riil kota nyarsi stagnan. Saat melihat kondisi yang ada di birokrasi sudah menjadi aksioma.

Apa hubungannya antara kota kena banjir, sama anggota DPRD Kota yang acap kali pergi ke luar provinsi. Dari Sabang sampai Merauke misalnya.

Tentu saja jawabannya tidak ada hubungan. Anekdot menjawab, “Hubungannya tentu baik-baik saja”.

Dari pertanyaan itu mungkin separuh orang menganggap otak Si Penanya cetek, dikit, naif. Itu penanya yang masih hidup, berfifikir dibawah ketek ‘asam’.

Apa Si penanya itu nggak tahu, apa pura-pura tidak tahu, kalau kunjungan Anggota DPRD Kota ke luar provinsi di Indonesia itu untuk studi banding, atau hal lainnya sesuai Tupoksi?

Jujurlah dengan nama Tuhan, bukan dengan nama rakyat. Sang Penanya seharusnya menjojolkan matanya. Kunjung-mengunjung itukan sudah lama berlangsung, bahkan sejak ‘zaman dahulu kala’.

Hasilnya? Ya seperti yang dapat kita lihat beberapa tahun ini, hasilnya, buahnya dengan apa yang ada di kota ini. Berubah nggak berubah? itulah hasilnya.

Sekarang mereka kunjungan kerja ke provinsi A, J, B dan S misalnya, maka nanti kita juga dapat lihat hasilnya. tak akan sia-sia dana rakyat yang dikeluarkan.

Ingat kata orang Kota Bengkulu, saat dulu saya pernah kesana, “Idak dapek buahnyo, pucuknyo, pokoknyo jadilah. Kalu idak tu, tepokok pacak kito dibueknyo”.

“Itu temasuk anggota dewan kota yang pergi dan binggung saat ditanyakan hasil kunjungannya ya cik, misalnya?”

“La iyalah, gimana sih dong ah?”.

Tugas, Wewenang Serta Hak Kewajiban Dewan Perwakilan Rakyat Daerah itu melaksanakan fungsi-fungsi pemerintah daerah sebagai mitra sejajar Pemerintah Daerah. Tugas dan wewenang itu

1. Membentuk peraturan daerah kabupaten bersama Kepala Daerah.

2. Membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah kota yang diajukan oleh Kepala Daerah.

3. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten.

4. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Daerah dan/atau wakil Kepala Daerah kepada Menteri Dalam Negeri melalui gubernur untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan dan/atau pemberhentian. Itu baru dikit kita uraikan. masih banyak lainnya.

Masih banyak lainnya, tidak begitu hafal saya, karena saya belum pernah duduk sebagai wakil rakyat.

Jadi tidak usahlah dipersoalkan dewan kota harus berkunjung ke kota, bukan ke provinsi. Dewan kota melihat pengemukan Sapi misalnya, bukankah kota peternakan itu tidak ada?

Menyoalkan soal perbandingan pariwisata di Pulau Bali dengan kota. Padahal pariwisata itu di kota  bukan yang utama? Termasuk studi banding tentang rumah sakit di Provinsi Banten misalnya, padahal rumah sakit yang dibandingkan sudah seutuhnya, selayaknya rumah sakit. Sementara kota kelas Puskesmas misalnya.

Usahlah banyak tanya, lihatlah hasil kota yang ada kini. Ini kotaku dan ini hasil itu.

Sang pesimis selalu bilang saat melihat orang lain. “Aku Adalah Aku. Tak Seorangpun Tahu Siapa Aku, Termasuk Juga Aku. Sebab Aku Adalah Aku”.

Tak menyalahkan Si Penanya dengan keluguan dan keterbatasannya, karena Si Penanya itu sendiri juga tidak tahu kalau Kucing Air itu lawannya adalah Tikus Angin.

Jurnalis

Leave A Reply

Your email address will not be published.