Beni Ardiansyah Direktur WALHI Bengkulu Terpilih ” Keadilan Itu Harus Direbut”

Beni Ardiansyah Direktur Walhi Bengkulu Terpilih

Kota Bengkulu,kupasbengkulu.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bengkulu usai menggelar Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup PDLH ke VIII, di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jum’at (21/07/2017) Kota Bengkulu, menetapkan Beni Ardiansyah sebagai Direktur WALHI Bengkulu terpilih selama empat tahun mendatang.

Beni Ardiansyah, sendiri merupakan calon tunggal yang berasal dari salah satu anggota lembaga anggota Walhi Bengkulu yakni Mapetala, dan beberapa lembaga lainnya yang berada di dalam struktur keanggotaan WALHI Bengkulu menyatakan dukungannya untuk memilih Beni sebagai Direktur WALHI Bengkulu,

Beni menegaskan bahwa keinginanya untuk maju sebagai Direktur dilandasi oleh panggilan hati, terlebih lagi persoalan lingkungan sendiri masih belum berada di posisi utama khususnya dimata publik. Serta keterancaman provinsi Bengkulu oleh siasat investor asing yang akan mengeksploitasi sumber daya alam kian mengancam, salah satunya ia mencontohkan beberapa program strategis di Provinsi Bengkulu. Atas dasar inilah ia kembali ingin menjadikan WALHI Bengkulu sebagai corong utama dalam gerakan keberlanjutan untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan.

“Persoalan lingkungan sendiri masih belum memiliki posisi kuat, baik ditatanan masyarakat, maupun pemerintah dan kita lihat rakyat ini selalu menjadi korban, padahal kita tahu rakyat kecil memiliki cara dalam pengelolaan lingkungan hidup, lalu WALHI BersAma rakyat harus merebut kembali keadilan itu” kata Beni

Dalam PDLH ini juga terpilih tiga orang Dewan daerah, yakni Uliartha Siagian dan Bowo Tamtulisyo serta Afriadi ketiga berasal dari lembaga yang berbeda, diketahui Uliartha dari Yayasan Genesis, dan Bowo Tamtulistyo dari Mitra Desa, afriadi dari Yayasan Kelopak Bengkulu, menariknya Uliartha sendiri adalah sosok perempuan kedua yang terpilih menjabat sebagai Dewan daerah Walhi Bengkulu, sejak berdirinya WALHI Bengkulu pada 1998 hingga sekarang.

Untuk diketahui juga PDLH ke VIII sendiri adalah rangkaian dari kegiatan WALHI setelah Kongres Rakyat yang dihadiri oleh ratusan rakyat berkonflik dengan pihak perusahaan perkebunan maupun pertambangan yang ada di Provinsi Bengkulu.(nvd)

 

Tidak ada kometar

Leave a Reply