Cerita Inspirasi, “Pemuda Yang Berhati Mulia”

Perantau Berhati Mulia
Pengarang Rispan Ade Putra

Kupasbengkulu.com-Kisah  Seorang anak Desa bernama Rispan ,dirinya berasal dari keluarga yang sangat sederhana tempat berteduhpun tak layak  hanya gubuk beratap daun berdinding papan bekas  yang hanya  mempunyai panjang dan lebar ruangan  4×4 meter persegi , kamar dan dapur hanya disekat dengan dinding bambu, walau kata didesa tempatnya, bukan berarti mereka mempunyai kebun sebidang atau lahan setapak tangan untuk memetik hasil sendiri, namun kedua orang tuanya hanya sebagai buruh garaf kebun milik keluarganya yang ada didesanya itu sendiri dengan upah per/hari hanya Rp.20.000,  yang dengan nilai gaji sebesar itu kadang sangat jauh dari kata cukup, namun mau bagaimana lagi hanya itulah yang bisa dilakukan saat ini oleh orang tuanya.

Rispan hanya dua saudara yang satunya baru kelas dua SMP dan setiap hari adiknya selalu  membantu orang tuanya menggarap kebun keluarganya setelah dirinya pulang sekolah untuk bantu biaya sekolah. Rispan sudah menginjak kelas 3(tiga) SMA , besok merupakan pengumuman kelulusan yaitu hari senin dan hari ini Rispan menyiapkan perlengkapan sekolah untuk acara besok yang bagi dirinya hal itu sangat berharga.

Setelah selesai makan malam bersama keluarga dan selesai sholat magrib mereka berkumpul digubuk yang sederhana itu, bapaknya berkata kepada rispan “ nak besok pengumuman kelulusan kamu ya”. Rispanpun  menjawab sambil menatap wajah kedua orang tuanya ” ia pak…,doain ya pak moga rispan lulus dengan nilai yang baik agar bisa kerja dan bantu bapak sama ibuk untuk sekolahin adek, dan bisa buat ibuk dan bapak bahagia , tidak kerja lagi, bisa punya rumah yang layak dan menaikan haji  bapak dan ibuk “ sambil berkata lembut dengan nada haru.

Mendengar keinginan rispan  Bapak  dan ibuknya terharu dan memeluk Rispan sambil meneteskan air mata , bapaknya pun menjawab   “ Bapak dan ibuk  selalu berdoa untuk anak anak bapak agar menjadi tauladan dan arif bijaksana dalam hal apapun, yang pastinya kamu nak harus menjalani perintah yang maha kuasa, solat lima waktu dan jujur sama orang ya Nak , apabila itu telah rispan laksanakan ,tuhan tidak tidur dan bakal dibukakan rizeki untuk umatnya yang saleha “ pesan bapaknya.

Hari ini tibalah pengumuman kelulusan Rispan , setelah melihat papan pengumuman rispan lulus dengan nilai setandar namun hal itu tidak disesali rispan dirinya sudah bersukur sebab lulus dan mendapatkan Ijazah SMA yang bisa dipergunakan dirinya , tak sabar membawa kabar gembira itu untuk orang tuanya Rispan pun lansung pulang kerumah, keluarganya kebetulan hari ini libur bekerja karena menunggu hasil kelulusan anak mereka . Dengan senyum dan tangis kedua orang tuanya memeluk rispan dan memberikan selamat atas kelulusanya.

Esoknya Rispan berbicara kepada orang tuanya bahwa dirinya ingin Kekota untuk mencari kerja agar bisa bantu keluaraga “ pak dan ibuk rispan mau merantau cari kerja ke kota , doain pak moga dalam perjalanan Rispan dimudahkan jalanya “pinta Rispan.

Bapaknya pun menjawab  sambil menangis dan memeluk Rispan dengan haru dan sangat bangga “ ia nak bapak dan ibuk selalu doakan kamu, kalau sudah disana nanti kasih kabar bapak dan ibuk ya nak “

Rispan pun menjawab “ ia pak, selagi doa ibuk dan bapak menyertaiku ,aku yakin jalanku akan dipermudah” berkata  sambil menangis.

Dirinyapun akhirnya berangkat menuju kota dengan niat mulia membahagiakan keluarga dan menaikan haji kedua orang tuanya , dengan bekal uang RP.150.000 yang ongkos dari desa kekota sebesar Rp.130.000 hanya tersisa Rp.20.000 lagi, tapi dengan niat yang tulus dirinya tidak putus asa melangkahkan kaki ke ibu kota.

Sampai dikota dirinya lansung menuju rumah teman sekampung  yang telah dulu pergi  kekota, nama temanya itu Angga yang saat ini bekerja sebagai salah satu  karyawan tekstil,  sesampai dokosan Angga “ hai ngga maaf ngejutin kamu, karna aku datang dadakan kayak maling heheheh…..” sapa Rispan  sambil tertawa menyapa Angga.

Angga pun menjawab” waduh tidak  menyangka kamu Pan ninjakin kaki kekota juga akhirnya , “ sambil menepuk punggung Rispan.

Rispan menjawab “ mohon maaf Ngga aku disini mungkin untuk beberapa waktu ngerpotin kamu, sebab aku tidak ada tempat tinggal untuk ditumpangi cuma kamu yang aku kenal dikota ini, dan doain aku bisa dapat kerja seperti kamu “ sambil berharap.

Anggapun menjawab “ ya tidak apa apa Pan selama kamu mau silahkan tinggal disini sampai kamu benar benar  sudah mantap dalam bekerja nanti “ balas Angga.

Rispan pun menjawab “ maksih banyak ngga , kamu memang teman ku,semoga amal ibadahmu dibalas yang maha kuasa.amin “

Sudah seminggu rispan menumpang ditempat Angga namun belum juga mendapakan pekerjaan  dan makanpun selalu berpaut kepada Angga, dirinyapun sudah tidak merasa enak lagi karna sudah terlalu banyak membebankan Angga .

Dipagi hari saat Angga akan pergi berangkat  bekerja Rispan mengatakan kepada Angga “ waduh sahabatku sudah rapi ne…” sapa rispan.

Angga “ ahh kamu bisa aja Pan, oya Pan kalau mau makan masak aja mie yang disimpan di rak baju aku ya , mungkin aku agak sore pulangnya nanti “ jawab Angga.

Rispan “ maksih Ngga tapi sebelumnya saya sebenarnya mau pamit sama kamu, saya mau pergi  dulu dan berhubungan saya sudah seminggu disini mungkin saya sudah banyak merepotkan kamu, sukurlah saya ada panggilan kerja disalah satu pabrik “ kata rispan.

Angga “ owh tidak apa apa pan saya malah senang kamu tinggal sama saya tidak merepotin kok, tapi beneran kamu sudah dapat kerja “ saut angga dengan bahagia.

Rispan “ mudah mudahan ngga saya diterima “ jawab rispan sambil berbohong untuk mengelabui angga agar dirinya tidak merasa bersalah karna Rispan ingin pergi dari Kontrakanya sebab Rispan tidak ingin memebabni Angga orang yang sudah sangat baik dengan dirinya.

Angga” ya sudah kalau memang begitu, tapi kalau belum ada tempat tinggal nanti tidur ditempat saya saja lagi ya “ kata Angga.

Rispan “ ok Bos. “ jawab rispan sambil tersenyum .

Rispan pun akhirnya pergi dari kontrkan dengan menjinjing tas pakaiyan dan  ijazah lamaran kerja yang disandang dibahunya sambil berjalan kaki menelusuri  tengah kota dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang di nantinya,

Hari  mulai sore Rispan pun bingung mau tidur dimana untuk melwati malam ini, namun disaat perjalanan terdengar kumandang azan yaitu panggilan untukl solat, dirinya pun sepintas berpikir owh terima kasih tuhan mungkin dirumahmu itulah untuk sementara aku merebahkan tubuhku menunggu senjamu dipagi hari sambil memohon petunjuk padamu.

Akhirnya Rispan beristirahat dimasjid tersebut ,dan setelah sholat isa dirinya istirahat ,tepat pukul 1.30 wib tengah malam dirinya terbangun dan menjalankan sholat tahajut dengan berdoa kepada yang kuasa agar dipermudahkan  jalanya dan dibukakan pintu rezeki diesok hari , setelah solat tahajud dirinya membaca al’quran sampai tiba solat subuh, saat waktu subuh tiba ada sosok manusia ternyata adalah penjaga masjid yang biasanya mengumandangkan azan saat tiba waktu solat, setelah selai solat subuh penjaga masjid bertanya ,

Hai pemuda kamu dari mana , Rispanmenjawab saya dari desa pak karna saya belum ada tempat tinggal juga belum mendapatkan kerja saya mohon izin beristirahat disini sejenak,owh ya inikan rumah tuhan siapun boleh menempati tempat ini, kamu tamatan apa kata penjaga masjid , Rispanpun menjawab ,saya Cuma tamat SMA pak, oya kamu mau kerja di Bank swasta yang baru buka anak cabang di dekat masjid ini tidak ? kebetulan kepala Bank tersebut adik kandung saya kalau mau kamu masukin lamaranya nanti saya katakana pada adik saya itu bahwa kamu butuh kerja.

Mendengar hal itu Rispan pun memeluk penjaga masjid dengan sangat  bersukur atas jalan yang diberikan tuhan melewati hambanya ini, Rispan berkata “ terima kasih pak, entah bagaimana saya harus membalas kebaikan bapak , “ kata rispan.

Penjaga masjid “ oh.. sama sama , kamu buatlah sekarang lamranya, pabila sudah waktunya  masuk kantor pagi ini nanti kamu antarkan lamaranlamaran kamu ke Bank “ pesanya. Rispan pun menjawab” baik pak, sekali lagi terima kasih banyak”.

Dengan gembira Rispan pun membuat surat lamaran kerja dan setelah itu lansung dirinya mengantarkan lamaran itu ke Bank swasta yang dituju.

Dengan jalan tersebut  tidak sampai menunggu besok Rispan sudah diterima walau  hanya sebagai OB sebab ijazah yang digunaka Rispan hanya ijazah SMA, namun Rispan sangat bersukur dan mengucapakan  berulang ulang kali kepada tuhan yang maha esa.

Rispan pun akhirnya  bekerja dengan gaji training sebesar  Rp 1.200.000 per/bulan , lalu setelah itu dirinya mencari kontrakan sederhana  untuk sebagai tempat berteduh dan menyesuaikan gajinya, setelah satu bulan kerja Rispan pun  menerima gaji pertamanya , setelah memegang gaji hasil jkerjanya itu Rispan lansung ingat dengan keluarga dikampung lalu  dirinya lansung mengirimkan ¼ gajinya untuk keluarganya , walau hanya sedikit namun kebanggan bagi dirinya sudah bisa membantu keluarganya  itu sangat berarti bagi Rispan.

Pada suatu hari ada seorang laki laki  yang ingin menyetorkan uangya ke Bank tempat Rispan bekerja , saat itu hari tua bagi karyawan karna hari ujung bulan alias kerey, saat laki laki itu masuk Bank, Rispan yang saat itu sedang membersihkan ruangan maklum OB setiap kotor harus cepat dibersihkan,

Saat itu laki laki tersebut duduk dibangku antrian sambil menunggu giliranya untuk dipanggil, pada saat giliranya laki laki itu lansung menuju kasir dan menyetorkan uang yang dibawanya, setelah menyetorkan uangnya laki laki itu lansung pergi meninggalkan bank, tanpa sadar dompet laki laki tersebut tercecer di bangku antrian, dan pada saat itu Rispan sedang membersihkan tempat itu dan melihatnya  ,

Karna Rispan merasa situasi ini nanti bisa jadi masalah, Rispan pun membiarkanya dulu di bangku antrian , namun anehnya saat itu keadaan Bank mendadak sepi tidak seperti hari biasanya, dompet laki laki itupun tetap masih ditempat bangku antrian, lalu Rispan memberanikan diri mengambilnya dan lansung  keluar dari ruangan sejenak  membuka dompet itu untuk melihat identitas pemilik, ternyata pemilik dompet ini adalah direktur perusahan terkenal dikota itu, karena dompet ini berisi surat surat penting Rispan pun melihat kartu nama dan untungnya dikartu nama itu ada no telepon pemilik.

Tidak pikir panjang Rispan pun lansung menelpon pemiliknya dan mengabarkan bahwa dompet anda tinggal di Bank saat ini dengan saya sebagai OB Bank tersebut, kalau anda ingin dompet anda lansung ambil dengan saya sebab Dibank saat ini cuma tinggal saya sendiri disini.

Setelah dua jam lebih Rispan menunggu sampailah  pukul 10.00 wib malam barulah pemilik dompet tersebut datang dan dengan santai seperti tanpa ada kehilangan sesuatu menghampiri Rispan.

Pemilik Dompet “ ya ini pak Rispan yang telepon saya tadi ya?”

Rispan “ bener pak say sendiri , ini pak dompet yang bapak tinggalin sore tadi saat bapak ke Bank ini “kata rispan.

Pemilik dompet “ waduh pak terima kasih ya masih ada orang jujur seperti bapak, “

Rispan “ ya pak inikan milik bapak bukan milik saya berarti wajarlah saya kembalikan kebapak  bukan apa apa kok ini sudah tugas sebagai umat yang beragama,

Pemilik dompet “ aduh pak luar biasa sifat bapak ,beruntung sekali bisa mendapatkan karyawan seperti bapak ini , oya pak ini ada sedikit uang buat bapak tanda rterima kasih saya.

Rispan “ owh maaf pak saya mengembalikan dompet bapak bukan mengharpkan ini , namun saya takut kepada yang maha kuasa, jadi ambilah saja saya iklas tanpa mengharpkan hal ini.

Pemilik dompet “ saya memberikan ini iklas pak, dan kalau bapak tidak ambil berarti bapak tidak mensukuri rizki dari yang di atas.

Sebenarnya Rispan sangat membutukan uang itu  untuk makan dan bayar kontrakan karna dirinya baru akan menerima gaji lagi satu mingguyang akan datang .

Rispan “ ok pak saya mabil , namun ini berupa pinjamnan dan kalau saya sudah gajian nanti saya kembaliakn .

Pemilik dompet “ ya terserah bapak yang pastinya saya iklas kasih bapak.

Pemilik dompet tersbut mungkin tidak akan menyangka hari yang mana dijanjikan itu bakal terjadi .Tepat seminggu setelah kejadian itu  Rispan pun menerima gaji keduanya , pada hari itu juga Rispan lansung menhubungi pemilik domnpet itu, dan pemilik dompetpun mengatakan .

“ pak Rispan kok sampai segitunya mau mengembalikan uang yang saya kasih ,” kata pemilik dompet .

Rispan “ saya sudah berjanji apabila saya mengingkari saya akan menjadi orang yang munafik pak.”

Pemilik dompet “ yah kalau itu memang bapak mau kembalikan saya tunggu dikantor saya sekarng bapak kekantor saja ya “.

Rispanpun lansung keluar berhungan jam kerja lagi istirahat, sesampai dikantor Rispanpu bingung sebab kantornya besar sekali dan ruanganya pun banyak , namun dirinya tidak buntu akal diapun bertanya kepada satpam untuk  menanyakan pemilik dompet ini, satpam pun agak heran sebab orang biasa seperti Rispan ingin menemui pemilik perusahaan ini sekaligus menjabat direkturnya.

Awalnya Satpam pun tidak berani namun Rispan memohon tolong sampaikan saya sudah sampai dikantor pemilik dompet ini, satpampun mencoba karna sangat sulit orang penting yang bertemu dengan pemilik perusahaan ini apalagi orang biasa seperti Rispan ini pikirnya.

Tidak beberapa lama setelah satpam tersebut menyampaikan pesan Rispan kepada sekertaris pimpinan bahwa ada orang yang ingin bertemu dengan atasan bernama Rispan OB salah satu bank. Lalu setelah diterima pesan itu pemimpin perusahan itu alias pemilik dompet lansung turun dan seketika  sangat hormat kepada Rispan, satpam dan karyawan lainpun tercengang melihat bos mereke hormat kepada OB salah satu Bank kecil dibandingkan dengan perusahan mereka. Penuh tanda Tanya.

Diajaklah Rispan keruanganya dengan jamuan yang begitu mewah dan kemudian diajaklah Rispan keliling perusahaan dan pemilik dompet  menceritakan awal berdirinya perusahaan pemilik dompet dari nol sampai besar seperti ini, Rispan pun terharu mendengarnya.

Setelah bebincang bincang Rispanpun menyampaikan tujuanya ,

Rispan” pak saya mau kembalikan uang yang saya saya pinjam tempo hari , saya berterima kasih karna bapak telah meminjamkan saya uang tersebut “

Pemilik dompet pun bertanya “simpan dulu masalah uang nanti kita bahas , saya ingin bertanya dengan anda, apa mimpimu bapakl Rispan?, “

Rispan menjawab “  mimpiku adalah dapat menjadi seorang manusia yang mulia disisi tuhanku.

Pemilik dompet bertanya lagi “ dengan bagaimana cara kamu mendapatkan kemulian itu.

Rispan “ dengan membahgian kedua orang tuaku dan mejalankan perintah tuhanku dan menjauhi laranganya.

Pemilik dompetpun berkata “ mungkin inilah jalamu pak rispan , disini gaji seorang OB adalah RP.5.000.000 kamu disana gajimu paling besar Rp.2.000.000, namun yang saya ingin tawarkan dan jangan kamu tolak apa kamu mau menjadi  tangan kanan saya (ajudan) saya dengan gaji Rp.10.000.000 per/bulan dengan fasilitas rumah dan mobil akan saya siapkan, saya menawarkan ini karena kamu telah membuat diri saya sadar jabatan itu bukan segalanya , kehormatan itu didapat bukan karena harta melainkan karena bersujud dan bertaqwa kepadanya.

Akhir cerita, Rispan akhirnya menerima tawaran itu dan seiring waktu berjalan kedua orang tuanya dan adiknya diajak ke kota dan lalu Rispan juga menaikan haji kedua orang tuannya, serta sahabatnya Angga dipekerjakanya diperusahan yang dirinya tempati sekarang.

Pesan moral dari cerita ini adalah  Hidup itu sudah di atur oleh Tuhan yang maha kuasa dimana dirimu  jangan  pernah  sombong dengan jabatanmu dan jangan pernah engkau mengecilkan seseorang karna dirimu lebih  terhormat.  Orang tua dalah kunci surga dan jalan rizkimu, ibadah adalah sifatmu. Dan juga jangan lupa dengan budi baik seseorang terhadapmu.

Penulis :Rispan Ade Putra

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Compare