Cerita Keberhasilan Petani Kopi Stek dari Kepahiang

Hamidun tengah memetik buah kopi miliknya di Desa Pekalongan

Kupasbengkulu.com, Kepahiang – Budidaya kopi stek atau dengan pemotongan maupun pemisahan bagian tanaman kopi, sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas kopi. Salah seorang petani, Hamidun (43) warga Kelurahan Padang Lekat, mengaku juga telah membuktikan jika kopi stek membuat produktivitas kopi lebih baik dari sebelumnya.

Bayangkan saja, produksi kopi stek miliknya seluas 5 hektar, disebut pernah mencapai 17 ton per tahun. Total luas lahan perkebunan kopi stek miliknya itu terbagi di dua tempat, dimulai dengan luas 3 hektar di Desa Pekalongan, Kecamatan Ujan Mas dan luas 2 hektar di Desa Tapak Gedung, Kecamatan Tebat Karai. Hamidun mulai meremajakan kopi jenis robusta miliknya itu, sejak 2012 silam.

Tanpa ada rasa keraguan Hamidun dalam memutuskan untuk mengadopsi budidaya kopi dengan cara stek, potensi produksi kopi stek menurutnya ketika itu, lebih menjanjikan karena tampak berbuah lebih lebat. Tepatnya Hamidun beralih ke cara stek, setelah melihat tanaman kopi stek milik warga Desa Warung Pojok, Kecamatan Muara Kemumu.

“Awal ketertarikan saya dengan kopi stek, saat mengikuti reses dewan ke Desa Warung Pojok. Ketika itu secara kebetulan memasuki musim panen kopi dan saya lihat buahnya lebat sekali, saya tidak sabar untuk memulai karena tergiur dengan hasil produksi yang diceritakan oleh petani kopi stek di sana (Desa Warung Pojok,red), produktivitas kopi jelas tampak membaik,” ungkap Hamidun.

Tak sebatas itu saja, Hamidun tertarik untuk beralih ke cara stek atas kemudahan perawatan dan tidak banyaknya kendala yang dihadapi. Melalui cara stek, Hamidun mengaku perlu fokus dengan tunas kopi. Itu pun cukup dilakukan dua kali dalam satu tahun. Selebihnya, perhatian tertuju pada kebersihan lahan perkebunan kopi.

“Mulainya dengan 3 ribu batang bibit atau seluas 1 hektar, sepertinya berhasil dan terus saya kembangkan hingga luas kopi stek milik saya mencapai 5 hektar. Jelasnya sudah saya buktikan sendiri jika budidaya kopi dengan stek membuat produktivitas kopi lebih baik. Saya ini hanya pegawai kontrak dek, tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan dengan mengandalkan gaji yang saya terima di setiap bulannya,” tutur pria pemilik dua anak ini.(slo)

Tidak ada kometar

Leave a Reply