Girik Cik: Mana Sih Dong Ah

By:  Cik Ben
Bengkulu kini kian berbenah. Tidak  ada suap lagi.  Sarana dan prasarana  terus dilakukan. Mari kita jaga ketertiban dan keamanan, menuju masyarakat, adil, makmur dan  sejahterah
Cik ngeri dengan pernyataan baik, bagus seperti itu.  Bila itu benar, maka itu sih dong ah asyik-asyik aja (Maaf pakai Bahasa Jekerta dikit yo).  Tapi masalahnya bila itu tida benar, maka apa yang kita sampaikan dari muncung ke muncung, maka akan menjadi informasi bohong. Kalau itu dijadikan berita mass media, maka itu namanya hoaxs, ya bohong juga.  Dampaknya siapa saja akan rawan makan ‘nasi bercentong’ di dalam penjara.
Pertanyaannya, bagaimana dengan wacana yang dilontarkan seseorang? Nanti saya akan bangun ini. Nanti saya akan tiadakan ini. Nanti kamu akan saya ginikan.  Saat waktunya tiba, ternyata apa yang dinantikan itu bohong dan yang dijanjikan resah fisik dan bathinnya akibat nanti dan nanti. Apakah itu juga dinamakan bohong?
‘Cik Tau tapi Cik Slow’ namanyatu, bila semua  tidak dikatakan informasi atau berita bohong. Untungnya saat ini hal itu tidak terjadi di Provinsi Bengkulu, meskipun musim politik kini sedang siap berlangsung.
Siapa yang biasanya melakukan hal kebohongan itu? Sesuai pengalaman, biasanya itu dilakukan oleh orang yang suka singel selingkuh, Pelakor atau Pebikor. Tidak mungin dilakukan  oleh pejabat publik atau politisi atau pembuat berita.
“Maaf….Apakah yang Cik katakan terakhir ini tida bohong, seriuskah?”, tanya seorang pemulung yang kecapek-an mengais rezeki  ditengah teriknya menytari Bengkulu.
“Ah  kamu, itu bukan cerita bohong kalau itu salah. Itu kritik saja namanya tauuu”, jawab Cilk Slow.
Wartawan tinggal di Kota Bengkulu      
The post Girik Cik: Mana Sih Dong Ah appeared first on kupasbengkulu.com.

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.

three × 5 =