Girik Cik: Saat Old Bencoolen Tak Bersantan

Sebuah ungkapan mengatakan, “Buah kelapa itu, makin tua,  makin banyak santannya”. Bila buah kelapa tampak tua, ternyata kosong, maka itu namanya buah kelapa ‘bangking’. Ini hanya analogi untuk Old Bencoolen, kakak tuanya Kota Singapura (Young Bencoolen)
Bagaimana dengan Old Bencoolen  yang kini berusia 300 tahun? Tentunya masih ada santannya. Mungkin agar sedikit encer, bukan sedikit.  Kalau itu disamakan dengan seseorang yang ‘santannya’ tinggal sedikit, maka seseorang itu tenaganya masih ada, hanya saja  tidak berani melawan lagi. Alasannya hanya dua. Pertama takut malu, kedua takut lecet.  Lain halnya dengan encer, hanya butuh suplement saja.
Potret masa lampau abad 18, sebelum Young Bencoolen maju pesat Old Bencoolen sudah punya Bank,  gedung tonil, balai kesehatan, punya mata uang sendiri. Peradaban sudah maju, budaya masih tegak bediri.  Meskipun kini semua itu hanya nostalgia yang tak diberdayakan.
Dulu  saat masih  KDH Tingkat II, sekitar Tahun 1975 -1980 Balai kesehatan peninggalan koloni Inggris itu masih beraktifitas dengan gedung tembok yang kokoh, dengan sejuta ceritera sejarah. Kini sebuah masjid berganti kokoh berdiri dengan ceritera baru.
Kini tak ada lagi pacuan kuda yang sering dilombakan di pantai panjang, termasuk  adu ketangkasan motorcross, gestrek yang ramai mendatangkan penonton. Tak ada lagi ring olah raga tinju di Old Bencoolen kota jasa ini.
Pertanyaannya,  apakah itu ada yang salah? Bila ada salah, apakah itu karena santan? Bila itu tidak ada masalah, lantas mengapa ini semua mesti diceritakan?
“Maaf Tuan, Puan. Sayo cuman endak ngatokan, dimano langit dipijak, disitu langit dijunjung. Kami jugo paham kalu rumah kamiko kecik idak bepagar, gedang idak bepagu. Kecik kami idak belajar, la gedang idak pulo beguru. Kami tau, kami ida tahu karena kami tau. Bukannyo diam-diam ami ida tau”,  kato Cik agak slow.
“Ngapo ngecek idak to the point ajo sanak?” tegur seseorang entah siapo itu.
“idak berani awak ndan……klak tangok kawan. Tapi sayo hanya ingin mengingatkan,  banyak ajang yang bisa menyusul Young Bencoolen. Paling tidak di mulai mengangkat kembali budaya, sejarah dengan menulis literaturnya. Termasuk  memanfaatkan lahan yang ada untuk dibangun lapangan balap sepeda, motor,  pacuan kuda hingga  perlombaan seni budaya yang ada”, ujar Cik sambil brasak.
Wartawan tinggal di Kota Bengkulu
The post Girik Cik: Saat Old Bencoolen Tak Bersantan appeared first on kupasbengkulu.com.