Lokalisasi Prostitusi 'Yang Tau' saat pagi menjelang.

Lokalisasi Prostitusi ‘Yang Tau’ saat pagi menjelang.

Bengkulu, Kupasbengkulu.com – Pemerintah akan menutup semua tempat prostitusi atau lokalisasi di Indonesia. Ditargetkan, 2019, Indonesia bebas lokalisasi.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawangsa menyampaikan, target tersebut serius. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala daerah dan dinas sosial setempat untuk memuluskan rencana tersebut? lalu bagaimana dengan Kota Bengkulu?

Aktifitas prostitusi di Kelurahan Sumber Jaya RT 8 Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu masih berlangsung.

 Maraknya pemberantasan lokalisasi prostitusi, tampaknya tidak terjamah di Kota Bengkulu. Entah apa penyebabnya, satu kilometer lebih, dengan jalan yang berbatu tidak beraturan, lokalisasi prostitusi yang terkenal di Provinsi Bengkulu tetap ramai. Banyak uang beredar di sana, namun tak cukuip jelas pos keberadaannya.

Lokalisasi “Yang Tau Belok Kanan Duo Kali” sebutan masyarakat setempat, untuk lokalisasi yang terletak di wilayah Pulau Baai ini. Meskipun bersebelahan dengan tempat kubangan dan kandang kerbau, aroma bau itu tak dirasa, akibat hembusan angin laut yang berjarak beberapa meter dari lokalisasi.

Seremkah? jawabannya tentu ia bagi orang awan, tidak bagi pecinta ‘Surga Dunia”. Kita tidak dapat langsung nylonong masuk, sebelum melewati dua pintu penjagaan. Portal pertama, kita harus mengeluarkan kocek. Jika kendaraan bermotor diharuskan membayar uang senilai Rp10 ribu, sedangkan mobil hanya Rp 20 ribu saja. Ini juga berlaku bagi portal kedua.

Saat kami melakukan investigasi report, waktu menunjukan pukul 20.00 WIB, dan sempat singgah kewarung dekat portal, untuk serumput secangkir kopi. Salah satu penjaga portal, Andi (20) yang mengaku tinggal Jalan Sumber Jaya RT 8 Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu, sempat bercerita tentang dirinya.

Andi mengaku, meraup rezeki di lokalisasi untuk dirinya sendiri tanpa beban. dalam semalam, kecuali malam Minggu, Andi menyetor uang pos ke bosnya hingga ratusan ribu rupiah. “Sudah lama bang aku kerja sini, Kalau pemasukan uang pos ini lumayan lah. Apa lagi malam Minggu, ” katanya.

Miras
Lokalisasi yang ada sejak puluhan tahun lalu ini, kian larut malam, bukannya bertambah sepi, malah ramai pengunjung dari berbagai suku, etnis. Suguhan minumam keraspun tak terelakan. Senyuiman dan cekikikan wanita malam ditambah dentuman alunan lagu, membawa suasana heppy.

Tentunya para pelancong jangan berharap harga yang ada diluar lokalisasi, akan sama disana. Lonjakan harganya bisa dua atau tiga kali lipat.

Tak terasa, waktu menunjukan pukul 23.00 WIB. pemandangan kian berbinar bakpasar malam. Andi mengatakan wanita penjaja seks yang ada saat ini berjumlah 300 wanita. Mereka berasal Pulau Jawa, Jakarta dan Lampung. Ada juga masyarakat dari Provinsi Bengkulu sendiri. “Mantap bang cewek disini, aman aja servicenya mantap. Ada barang baru loh bang,” tawar Andi sembari melirik pada wanita berpakain minim dan menor. (bro)