Parpol Pendukung Tak Boleh Tampil di APK Pilkada Benteng

rakor persiapan pelaksanaan kampanye

rakor persiapan pelaksanaan kampanye

Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Perwakilan partai politik yang mengusung pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Ferry Ramli – Septi Periadi, menolak menandatangani berita
acara kesepakatan rapat koordinasi (rakor) persiapan pelaksanaan kampanye Pilkada Benteng, Rabu (26/10/2016).

Mewakili parpol pengusung, Hendrik Alzen, menegaskan pihaknya tidak terima keputusan rakor persiapan pelaksanaan kampanye yang dilaksanaan KPU Benteng. Karena empat parpol pendukung tidak boleh ditampilkan ke dalam Alat Peraga Kampanye (APK).

“Kami akan berkoordinasi dengan Bawaslu dan KPU Provinsi Bengkulu, soal keputusan rakor ini. Karena kami menganggap keputusan ini multi tafsir sehingga perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut. Empat partai politik pendukung juga ikut menggiring pasangan Ferry – Septi,” terangnya Hendrik.

Menurut Hendrik, keempat partai pendukung tersebut terdaftar di KPU Benteng saat pendaftaran Ferry – Septi sebagai pasangan bakal calon. Oleh karena itu pihaknya menyatakan tidak sependapat dengan KPU dan Panwaslu Benteng serta meminta waktu untuk berkonsultasi terlebih dahulu.

“Kami tetap menginginkan partai politik pendukung tampil di dalam APK Ferry – Septi, kecuali nanti sudah ada hasil konsultasi dengan Bawaslu dan KPU Provinsi,” tegasnya.

Komisioner KPU Benteng, BJ Karnely menerangkan keempat partai politik yang tidak boleh tampil dalam APK Ferry – Septi yakni PKPI, PBB, PAN dan Partai Demokrat. Hal ini lantaran menurutnya bertentangan dengan aturan.

“Partai yang boleh dimuat dalam APK merupakan partai pengusung, bukan partai pendukung. Dalam aturannya seperti itu. Karena parpol tanpa kursi di DPRD tidak termasuk pengusung tapi hanya pendukung. Nah, keempat partai yang diminta tetap masuk dalam APK ini tanpa kursi di dewan,” terangnya.

Karena adanya penolakan penandatanganan hasil rakor ini menyebabkan tertundanya cetak APK oleh KPU Benteng.

“Kita belum bisa mencetak APK karena ada yang belum setuju dengan hasil rakor. Tetapi tidak lama setelah rapat selesai, ada perwakilan dari salah satu partai pendukung datang ingin menandatangani hasil rakor,” demikian BJ Karneli. (adk)

Tidak ada kometar

Leave a Reply