Pembagian Plasma Diduga Tidak Sesuai, anggota Koperasi Laporkan PT MSS

Ilustrasi

Seluma, kupasbengkulu.com – Koperasi manunggal milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Mutiara Sawit Seluma (PT MSS) di laporkan salah satu anggotanya karena diduga tidak sesuai dengan perjanjian awal yang telah disepakati. Pihak koperasi diduga tidak transparan dalam pembagian hasil lahan plasma. Sisi lain terdapat kekeliruan sebab pembagian hasil lahan plasma dibagi rata dengan anggota yang baru saja menyerahkan lahan.
“Perjanjian awal satu hamparan dengan lahan yang diserahkan. Tapi tidak sesuai lagi. Lokasi lahan yang saya serahkan di tematang Bungin Desa Sungai Petai kecamatan Talo kecil sedangkan lahan Plasma berada di desa Lubuk Ngantungan Kecamatan Ulu Talo,”kata salah satu anggota Koperasi, Suhandi belum lama ini.
Kata dia, luas lahan plasma seluas 371 hektare dengan jumlah anggota Koperasi sebanyak 379 anggota. Hanya saja pihaknya meminta agar pihak perusahaan ini tidak arogan dalam pembagian hasil plasma sebab menurutnya, lahan yang belum digarap diduga juga dimasukkan dalam data lahan plasma oleh perusahaan perkebunan ini.
“Ini terdapat kejanggalan, hitungan hasil lahan plasma hanya seratus ribu rupiah per hektare satu kali panen. Padahal kebun saya yang diserahkan itu ditanam tahun 2010,” jelas dia.
Suhandi mengaku, telah menyampaikan surat ke Bupati Seluma, DPRD Seluma, Kapolres Seluma dan Kejari Seluma. Namun, menurutnya hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari hasil laporan tersebut.
“Kami juga akan laporkan ini ke Provinsi,”tandasnya.
Suhandi mengaku, pemilik lahan plasma dari PT MSS ini juga terdapat sejumlah deretan nama pejabat tinggi Seluma, namun keluhan yang disampaikan petani belum kunjung digubris. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus koperasi dan pihak perusahaan PT MSS belum berhasil dikonfirmasi.(sep)

example banner









Tidak ada kometar

Leave a Reply