Penjabat-Gubernur-Suhajar-Diantoro-memberikan-selamat-kepada-Gubernur-dan-Wakil-Gubernur-Bengkulu-terpilih-yakni-Ridwan-Mukti-dan-Rohidin-Mersyah

Penjabat-Gubernur-Suhajar-Diantoro-memberikan-selamat-kepada-Gubernur-dan-Wakil-Gubernur-Bengkulu-terpilih-yakni-Ridwan-Mukti-dan-Rohidin-Mersyah

kupasbengkulu.com – Penjabat Gubernur Bengkulu, Suhajar Diantoro, meminta kepada setiap pengemudi mobil angkutan barang agar tak membawa muatan berlebih. Hal ini dikarenakan banyak jalan-jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten yang kondisinya semakin parah meskipun sudah terus-menerus mengalami perbaikan.

“Barang-barang produksi atau dagang memang harus bisa diangkut semua. Tugas negara menyiapkan sarana infrastuktur agar seluruh arus produksi lancar. Namun pemerintah ini kan punya keterbatasan anggaran, karena itu jalan-jalan nasional, provinsi, juga kabupaten belum mampu dibangun sekuat yang dibutuhkan,” ujar Suhajar, Senin (08/02/2016).

Suhajar mengatakan tahap awal yang harus dilakukan negara berkembang seperti Indonesia ini dalam mengantisipasi permasalahan infrastuktur jalan adalah dengan menjalin kerjasama yang positif antara pengusaha atau pemilik mobil angkutan barang dengan pemerintah.

“Misalnya pemerintah baru mampu membangun jalan yang berkekuatan 20 ton, tolong bawa barang di bawah 20 ton, jangan lebih sehingga jalan kita tidak cepat rusak,” harapnya.

Dirinya menyadari pemerintah berkewajiban membuat arus barang lancar dengan terus-menerus memaksimalkan pembangunan infrastuktur. Menurutnya apabila infrastuktur baik, maka secara tidak langsung akan menekan biaya transportasi barang yang berimbas pada harga jual di pasaran. Dengan demikian harga produk lokal bisa bersaing dengan produk lain dari luar yang cenderung dijual dengan harga lebih murah.

“Kita terus berupaya dengan menghitung juga kekuatan dana kita. Presiden Jokowi sedang membuat program yang diprioritaskan pada infrastuktur. Mudah-mudahan dengan gencarnya pembangunan infrastuktur ini, saya yakin 3 sampai 4 tahun ke depan gerakan arus barang luar biasa dan lebih efisien sehingga pergerakan ekonomi lancar,” demikian Suhajar.

Penulis: Valentina Alfarani