tabot

Festival Tabot 2014

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Ketua Keluarga Kerukunan Tabot (KKT) Syafril menyayangkan, atas belum teraturnya tata kelola pasar rakyat di festival Tabot Bengkulu. Hal ini ditandai dengan banyaknya oknum yang berjualan tepat di sekitar Tugu Tomas Parr, yang merupakan warisan budaya Bengkulu.

“Walau belum sempurna, tapi festival Tabot ini sudah lebih baik dari tahun sebelumnya. Hanya saja disayangkan masih banyak yang berjualan di area yang seharusnya dilarang. Bahkan mereka berjualan di tugu Tomas Parr yang jelas-jelas warisan budaya yang seharusnya dilindungi,” kritik Syafril, Senin (03/11/2014).

Disebutkan Syafril, pihaknya juga menyayangkan belum adanya promosi tingkat nasional maupun internasional dari pihak penyelenggara untuk memperkenalkan festival Tabot.

“Kalau kita mau serius, seharusnya promosi ini bukan saja di tingkat daerah, agar Tabot benar-benar bisa go nasional bahkan internasional karena Tabot sudah tercatat menjadi warisan budaya tak benda sejak 13 Desember 2013,” kata Syafril.

Menurut Syafril, promosi wisata bisa dilakukan salah satunya, dengan memasang baliho di bandar udara Soekarno-Hatta yang pastinya akan dilihat oleh banyak orang dari berbagai penjuru dunia.

“Seharusnya juga ada campur tangan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar-red). Selama ini kan belum ada, hanya kota dan provinsi saja. Selayaknya Kemenpar berpartisipasi agar Bengkulu menjadi salah satu destinasi wisata,” demikian Syafril.(val)