PGE Akui Mendapat Dukungan Warga

Ilustrasi

Warga terdampak longsor dan banjir bandang Bukit Beriti Besar Kabupaten Lebong, mendukung penuh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk menyesuaikan data bantuan bagi warga. Penyesuaian perlu dilakukan, karena data yang terlampir pada Surat Permohonan Bupati Lebong, dinilai banyak kejanggalan.

“Warga mempercayakan proses penyesuaian data kepada PGE,” kata Willyan Bahtiar, warga Kelurahan Taba Anyar, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, kemarin.

Untuk itu, selayaknya sebuah proses, Willyan memahami jika penyesuaian data tersebut membutuhkan waktu. Namun dengan suasana yang lebih kondusif, diharapkan proses penyesuaian tersebut berjalan lancar. Dengan demikian ketika ketika Lebaran tiba, warga sudah bisa menerima bantuan tersebut. “Namanya bantuan, tentu akan kita terima dengan senang hati. Dan proses penyesuaian data saat ini, memang lebih baik daripada warga tanpa kepastian,” lanjutnya.

Terkait penyesuaian data, lanjut Willyan, memang harus dilakukan. Pasalnya, data yang terlampir pada proposal Bupati Lebong kepada PGE memiliki banyak kejanggalan. Willyan mencontohkan, adanya 89 warga yang lahannya dinilai nol rupiah di satu sisi, namun di sisi lain juga terdapat 19 warga yang nilainya sangat tidak wajar dan bahkan mencapai ratusan juta hingga Rp1 miliar. Bahkan, lanjutnya, dalam data itu juga terdapat hasil sawah seorang warga dinilai 250 juta sekali panen.

Tak kalah penting, Willyan berharap, proses penyesuaian yang sekarang dilakukan PGE bisa membuat situasi menjadi tenang. Dengan demikian, ke depan tak ada lagi pemblokiran jalan menuju proyek, karena hanya merugikan warga sendiri. Jangan lupa, lanjutnya, proyek panas bumi Hululais pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan warga dan peningkatan taraf hidup. “Proyek ini adalah aset kita semua, yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi, sekitar 300 warga Lebong bekerja pada proyek tersebut,” kata Willyan.

Koordinator Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) yang mendampingi PGE, Aliza Rahayu Rusma membenarkan, saat ini PGE tengah melakukan proses penyesuaian data. Jika sudah selesai, maka data hasil penyesuaian tersebut akan disampaikan kepada Pemkab Lebong, sebelum dilakukan implementasi pemberian bantuan.

Penyesuaian data tersebut, menurut Aliza, harus dilakukan. Karena PGE tidak hanya memberikan uang tersebut, namun harus menyampaikan laporan dan mempertanggungjawabkannya. “Masalahnya ini uang negara. Jangan sampai nanti PGE yang kena,” kata dia.

Di sisi lain, Aliza menegaskan, bahwa uang yang akan diberikan PGE adalah bantuan dan merupakan bentuk empati kepada warga terdampak longsor. Karena berdasarkan hasil kajian ilmiah yang dilakukan pihak yang kompeten, kejadian yang berlangsung 28 April 2016 tersebut merupakan bencana alam dan terlepas dari campur tangan manusia. Pihak yang dimaksud adalah, Tim Mitigasi Bencana Fakultas Teknik UGM Tim Pemeriksaan Direktorat Panas Bumi EBTKE, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM.

“Semua karena keadaan alam. Itu bukan karena campur tangan manusia. Dan PGE juga menjadi korban atas bencana tersebut. Bahkan Pak Bupati sudah mengatakan kalau daerah tersebut (saat itu) dalam keadaan darurat bencana,” kata Aliza. (rilis)

example banner









Tidak ada kometar

Leave a Reply