Rumah Adat Rejang Kepahiang Dipertanyakan

Kantor Bupati Kepahiang

Kupasbengkulu.com, Kepahiang – Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepahiang, Yudha Rusmansyah melalui Kabid Kebudayaan, Febrian Hendra mengungkapkan tidak tahu persis tentang desain rumah adat Rejang Kepahiang. Pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam rencana pembangunan rumah adat dalam waktu dekat ini.

“Kami belum tahu gambaran rumah adat (Rejang Kepahiang,red) yang akan dibangun, siapa yang desain dan dari mana, kami belum dapat informasinya,” ungkap Febrian, Selasa (13/06/2017).

Terkit desain rumah adat Rejang Kepahiang, Febrian mengaku masih berupaya mencari informasi yang jelas dari pihak dinas terkait teknis pembangunan. Hanya saja, upaya itu masih belum berhasil dilakukan.

“Saya juga baru di sini, jadi perlu koordinasi tekait dengan bidang kami, termasuk dengan rumah adat. Kami sebagai pemanfaat dari bangunan yang direncanakan itu,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang menargetkan pembangunan rumah adat Rejang Kepahiang di 2017 ini. Bentuk rumah adat yang akan menjadi ciri khas bagi komunitas masyarakat di kabupaten ini, diperkirakan seperti reflika rumah adat yang selama ini diperkenalkan Badan Musyawarah Adat (BMA) Kepahiang.

Bentuk rumah adat Rejang Kepahiang yang dimaksud, berbentuk sebuah rumah panggung yang terbuat dari kayu dan ijuk, memiliki satu pintu masuk yang terdapat di sebelah kanan bangunan dan satu jendela pada bagian depan. Selain itu setengah bangunan dikelilingi dengan teras.

“Reflika dibentuk sesuai saran atau pendapat dari tokoh – tokoh adat rejang di Kepahiang.Kami juga sudah memperkenalkan ke masyarakat melalui acara pameran dalam rangka menyambut HUT Kepahiang di setiap tahunnya. Kalau ada perubahan, saya kira tidak akan jauh berbeda,” tutur Zainal, Ketua BMA Kabupaten Kepahiang.(slo)