konfrensi pers Polda perampokan

kota bengkulu, kupasbengkulu.com – R alias UL dan RP alias JT warga Palembang Sumatera Selatan merupakan perampok yang dikenal sadis. Pasalnya, saat melakukan perampokan mereka tak segan-segan membunuh korbannya.

Saat melakukan aksi perampokan, mereka biasanya membentuk kelompok masing-masing. Padanya aksinya mereka juga merampok menggunakan senjata tajam dan senjata api. Apabila perlu melakukan kekerasan dan penyelamatan diri mereka akan membunuh korbannya dengan sadis.

“Saat melakukan perampokan emas di Jawa Timur, yakni pelaku JT telah membunuh korbannya dengan cara ditembak,” kata Kapolda Bengkulu Brigjend Pol M Ghufron, Selasa (17/02/2015).

Dijelaskan Kapolda, ke Bengkulu sudah direncanakan mereka dua bulan yang lalu dengan mengumpulkan kelompok UL dan JT. Namun belum dipastikan dimana sasaran mereka incar di Bengkulu, tapi dipastikan mereka akan berencana melakukan perampokan di toko-toko emas yang ada di Kota Bengkulu karena melihat mereka merupakan spesialis perampokan toko emas.

“Biasanya, UL dan JT mempunyai kelompok sendiri dalam melakukan aksinya. Tapi di Bengkulu mereka bergabung dari dua tim jadi satu,” terang Kapolda.

Sementara itu, saat dikonfirmasi keduanya yang merupakan paman dan keponakan tersebut mengelak mengakui kalau mereka akan melakukan perampokan di Kota Bengkulu. Saat ditanyai alasan mereka ke Bengkulu, keduanya hanya bungkam.

Hanya saja mereka mengakui kalau mereka sering melakukan perampokan di toko emas. Dari hasil itu, para tersangka mengaku mendapat hasil Rp 50 juta per orangnya.

“saya cuma diajak kawan dari Palembang, merampok toko emas kemarin saya hanya dapat Rp 50 juta untuk 2 kg emas,” ujar JT yang pernah diringkus polisi Polda Bangka.

Seperti halnya, UL ia mengakui kalau dirinya juga diikutsertakan oleh rekannya yang berasal dari Palembang Sumatera Selatan.

“Saya juga diajak kawan dari Palembang ke Bengkulu,” ucap UL yang pernah mencuri ATM di Universitas Bengkulu tersebut.(dex)

(Baca Juga : Lagi Nyabu, Dua Perampok Asal Sumsel Diringkus, Satu Didor)