D. Andalas

D. Andalas

Bengkulu, kupasbengkulu.com – D.Andalas, aktivis LSM Kaba Hill Centre, dalam “Diskusi Kamisan” kupasbengkulu.com, senada dengan Kadis Sosial Provinsi Bengkulu, Harnyoto, mengungkapkan sesungguhnya memang harus ada yang diubah dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia.

Diungkapkannya pemerintah belum kreatif dan terkesan tidak sepenuh hati, hal ini dikarenakan permasalahan tidak pernah diselesaikan dari “akarnya”.

(Terkait: Kartu Sakti Tak Efektif, Perlu Revolusi Mental)

“Untuk maju, sepertinya masyarakat kita perlu dihina. Kenapa? Pengalaman pribadi saja, saya merasakan saya bisa mengubah kehidupan saya menjadi lebih baik karena dulunya saya dihina oleh rekan dan keluarga. Jangan-jangan pola Indonesia itu seperti itu, mentalnya yang harus disentuh,” ujar Koko, Kamis (04/12/2014).

Disebutkan Koko, ini dimaksudkan sebagai terapi untuk membangkitkan gairah produktivitas agar bisa berfikir lebih maju. Namun menurutnya, selama ini pemerintah selalu memberikan hiburan dalam bentuk bantuan sosial, sehingga ini menjadi euforia sesaat bagi masyarakat.

“Saya melihat masyarakat begitu bergembiranya dengan bantuan-bantuan sosial yang disediakan pemerintah. Padahal sebetulnya bukan itu yang terus dibudayakan, tapi bagaimana yang tadinya menerima bantuan, menjadi tidak menerima lagi karena perbaikan taraf hidup,” katanya.

Untuk itu, dirinya berharap agar ini kemudian bisa diarahkan kepada kelompok kelas menengah yang sebetulnya sangat produktif, agar diberdayakan dalam upaya perbaikan angka kemiskinan di Indonesia.

“Sebetulnya yang sering terkena imbas dalam program pemerintah itu masyarakat menengah, yang mana mereka tidak mendapatkan bantuan sosial, tapi juga terkena dampak seperti halnya kenaikan BBM. Namun kelompok ini merupakan kelompok produktif yang harus diberdayakan, sehingga inilah yang terutama harus diarahkan pola pikirnya menjadi masyarakat lebih maju,” demikian Koko. (val)